Benarkah hadis tidur saat puasa adalah ibadah?

Di dalam ajaran agama Islam mengenal ilmu hadits. Ilmu hadits ini adalah sangat ketat sekali. Riwayat dari setiap individu yang menyampaikan hadits diperiksa secara detail apakah yang meriwayatkan termasuk sosok yang kredibel atau tidak. Begitu juga dari content hadits nya.

tidur saat puasa adalah ibadah?

Ini adalah ilmu yang luar biasa yang sudah dimiliki oleh umat Islam sejak 1400 tahun yang lalu. Seharusnya ilmu ini juga diterapkan di bidang lain selain bidang agama sehingga dengan bekal pondasi ilmiah inilah umat muslim juga bisa memfilter sebuah berita hoax atau tidak.

Saya mau ambil satu hadist tentang benarkah tidur saat puasa adalah ibadah? mumpung sebentar lagi akan masuk bulan puasa. Haditsnya berbunyi seperti berikut. Ternyata hadistnya adalah dhaif atau berstatus lemah yang tidak bisa disandarkan kepada Nabi. Berikut bahasannya seperti dikutip dari situs muslim.or.id

نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ ، وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ ، وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ ، وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ

“Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, do’anya dikabulkan, dan amalannya pun akan dilipatgandakan pahalanya.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi di Syu’abul Iman (3/1437).

Hadits ini dhaif, sebagaimana dikatakan Al Hafidz Al Iraqi dalam Takhrijul Ihya (1/310). Al Albani juga mendhaifkan hadits ini dalam Silsilah Adh Dha’ifah (4696).

Terdapat juga riwayat yang lain:

الصائم في عبادة و إن كان راقدا على فراشه

“Orang yang berpuasa itu senantiasa dalam ibadah meskipun sedang tidur di atas ranjangnya.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Tammam (18/172). Hadits ini juga dhaif, sebagaimana dikatakan oleh Al Albani di Silsilah Adh Dhaifah (653).

Yang benar, tidur adalah perkara mubah (boleh) dan bukan ritual ibadah. Maka, sebagaimana perkara mubah yang lain, tidur dapat bernilai ibadah jika diniatkan sebagai sarana penunjang ibadah. Misalnya, seseorang tidur karena khawatir tergoda untuk berbuka sebelum waktunya, atau tidur untuk mengistirahatkan tubuh agar kuat dalam beribadah.

Baca juga:  Hoax Kuota Haji Indonesia sampai 1 juta lebih jamaah per tahun

Sebaliknya, tidak setiap tidur orang berpuasa itu bernilai ibadah. Sebagai contoh, tidur karena malas, atau tidur karena kekenyangan setelah sahur. Keduanya, tentu tidak bernilai ibadah, bahkan bisa dinilai sebagai tidur yang tercela. Maka, hendaknya seseorang menjadikan bulan ramadhan sebagai kesempatan baik untuk memperbanyak amal kebaikan, bukan bermalas-malasan.

Demikian mengenai apakah benar hadis tidur saat puasa adalah ibadah? semoga bermanfaat.

Benarkah hadis tidur saat puasa adalah ibadah? | admin | 4.5
error: Content is protected !!