Benarkah Suhu Udara Fenomena Equinox Mencapai 40°C

Setiap tahun di bulan maret, berita tentang suhu udara fenomena equinox ini selalu kembali berulang. Ya, selama masih banyak orang yang belum aware tentang ini, maka wajar akan ada saja orang yang menshare ulang informasi tersebut. Adalah tugas kita yang sudah mengetahui ketidakbenaran informasi tersebut memberitahukan kepada orang lain yang belum tahu.

Suhu Udara Fenomena Equinox

Berikut salah satu model pesan tentang suhu equinox yang disebut-sebut bisa mencapai angka 40°c.

“Dear all, karena fenomena Equinox yang akan mempengaruhi Malaysia, Singapura dan Indonesia di 5 hari ke depan. Please tinggal di dalam rumah terutama dari jam 12:00-15:00 setiap hari. Suhu akan berfluktuasi sampai 40 derajat Celcius. Hal ini dapat dengan mudah menyebabkan dehidrasi dan matahari stroke. (Ps: Fenomena ini adalah karena matahari diposisikan tepat di atas garis khatulistiwa di tanggal 20 Maret). Harap menjaga diri agar tidak dehidrasi. Setiap orang harus mengkonsumsi sekitar 3 liter cairan setiap hari. Memonitor tekanan darah. Kemungkinan mendapatkan serangan panas. Mandi air dingin sesering mungkin. Mengurangi makan daging, perbanyak makan buah & sayuran. Tempatkan lilin tidak terpakai di luar rumah. Jika lilin bisa meleleh, berarti udara dalam tingkat yang berbahaya. Selalu menempatkan ember dengan air setengah penuh di ruang tamu & di setiap kamar untuk menjaga suhu tetap lembap. Pengalaman pertama di Malaysia dan Singapore. Heat stroke yang tidak memiliki gejala indikasi. Setelah pingsan, yang serius berbahaya seperti kegagalan organ dalam. Hari menjadi lebih hangat mungkin lebih dari 2 minggu ke depan. Bisa sampai 9 derajat lebih tinggi dari biasanya!”

Menanggapi beredarnya berita fenomena Equinox tersebut, BMKG sudah mengeluarkan rilis resmi mereka. BMKG menyatakan bahwa Equinox adalah salah satu fenomena astronomi di mana matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun. Tidak hanya pada tanggal 21 Maret tetapi juga pada tanggal 23 September. Saat fenomena Equinox ini berlangsung di luar bagian bumi hampir relatif sama, termasuk wilayah yang berada di subtropis bagian Utara maupun Selatan.

Lanjut BMKG keberadaan fenomena tersebut tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis, dimana kita ketahui rata-rata suhu maksimal di wilayah Indonesia bisa mencapai 32-36°C. Equinox bukan merupakan fenomena seperti HeatWave yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama.

Menyikapi hal ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari equinox sebagaimana disebutkan dalam isu pesan massal yang berkembang di medsos. Secara umum kondisi cuaca di wilayah Indonesia cenderung masih lembab/basah. Beberapa wilayah Indonesia saat ini sdg memasuki masa/periode transisi/pancaroba. Maka ada baiknya masyarakat tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan.

Berdasarkan edaran resmi BMKG di atas seperti tertera di link ini jelaslah tidak perlu menanggapi secara berlebihan info tersebut. Jadi tidak benar suhu udara fenomena equinox bisa mencapai 40°C. Dan pesan tersebut hoax adanya.

Baca juga:  Hoax Kuota Haji Indonesia sampai 1 juta lebih jamaah per tahun
Benarkah Suhu Udara Fenomena Equinox Mencapai 40°C | admin | 4.5
error: Content is protected !!